Standar Teknik Pekerjaan

Standar Teknik Pekerjaan

            Standar kerja dibuat untuk menghilangkan variasi kerja, sehingga meminimalkan tingkat kesalahan dan meningkatkan produktifitas. Yang wajib ditentukan dalam standar kerja diantaraya yaitu:

Ø      Langkah-langkah kerja (step by step) yang harus dilakukan

Ø      Perlengkapan kerja yang dibutuhkan

Ø      Standar mutu hasil kerja masing-masing orang

Ø      Kompetensi yang dibutuhkan oleh pekerjaan tersebut

Sedangkan macam-macam standar pekerjaan baik yang ada di Indonesia maupun Luar Negeri, diantaranya yaitu :

SNI

      SNI (Stndar Nasional Indonesia) adalah satu-satunya standar yang berlaku secaara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh panitia teknis dan ditetapkan oleh BSN. Agar SNI memperoleh keterimaan yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice, yaitu:

  1. Openess (keterbukaan): Terbuka bagi agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat berpartisipasi dalam pengembangan SNI;
  2. Transparency (transparansi): Transparan agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan SNI mulai dari tahap pemrograman dan perumusan sampai ke tahap penetapannya . Dan dapat dengan mudah memperoleh semua informsi yang berkaitan dengan pengembangan SNI;
  3. Consensus and impartiality (konsensus dan tidak memihak): Tidak memihak dan konsensus agar semua stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya dan diperlakukan secara adil;
  4. Effectiveness and relevance: Efektif dan relevan agar dapat memfasilitasi perdagangan karena memperhatikan kebutuhan pasar dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  5. Coherence: Koheren dengan pengembangan standar internasional agar perkembangan pasar negara kita tidak terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar perdagangan internasional; dan
  6. Development dimension (berdimensi pembangunan): Berdimensi pembangunan agar memperhatikan kepentingan publik dan kepentingan nasional dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

Contoh Produk SNI Dalam hal Baja

   Standar ini menetapkan simbol dan klasifikasi, syarat mutu, pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji, dan penandaan untuk baja lembaran, pelat dan gulungan canai panas. Baja lembaran gulungan canai panas (Bj P) adalah baja yang berbentuk pipih, dibuat dari baja berbentuk slab yang dilakukan proses canai panas diatas temperatur rekristalisasi. Syarat mutunya mencakup dimensi, komposisi kimia, sifat mekanis, sifat tampak dan bentuk. Produk baja diberi tanda dengan simbol Bj P diikuti dengan penanda sifat atau kualitas baja sebagai berikut :

a) Bj PC adalah baja canai panas untuk komersial;

b) Bj PD adalah baja canai panas untuk penarikan (drawing quality);

c) Bj PE adalah baja canai panas untuk penarikan dalam (deep drawing quality) serta Bj PS adalah baja canai panas untuk penarikan dalam non aging (non aging deep drawing quality).

Syarat mutu baja canai panas meliputi tebal nominal dengan kisaran 1,8 – 25,0 mm serta nilai toleransi tebal untuk setiap tebal nominal berbasis pada parameter lebar L < 1600 mm, 1600 = L < 2000 mm, 2000 = L 2500 mm dan 2500 = L 3500 mm, toleran ketebalan untuk dimensi lebar dan kisaran 600 – 990 mm berbasis pada parameter ketebalan untuk produk canai panas 2,4 = t 25 mm, sedangkan untuk canai potong sisi t = 3,15; 3,15 = t < 6,0; 6,0 = t < 20 dan 20 = t 25 pada tabel 4. Toleransi panjang kisaran < 6000 – = 6300 mm untuk dimensi ketebalan 1,80 = t 25,00. Komposisi kimia di perpustakaan adalah C, Mn, P dan untuk masing-masing mutu. Toleransi bentuk mencakup kerataan permukaan, toleransi lengkung, toleransi ketinggian gelombang. Toleransi kesikuan maksimum 1%. Uji lengkung mengacu pada SNI 07-0410-1989, Cara uji lengkung tekan logam. Batang uji sesuai dengan SNI 07-0372-1989, Batang uji lengkung untuk bahan logam. Syarat lulus uji Bj P adalah pengujian dan pemberian tanda lulus uji dilakukan oleh badan yang berwenang. Kelompok dinyatakan lulus uji apabila contoh yang diambil dari kelompok tersebut memenuhi syarat mutu, apabila salah satu syarat mutu tidak terpenuhi, dapat dilakukan uji ulang dengan jumlah contoh uji sebanyak 2 kali jumlah dari contoh yang gagal untuk kelompok yang sama. Apabila hasil uji ulang memenuhi syarat mutu, maka kelompok tersebut dinyatakan lulus uji. Kelompok dinyatakan tidak lulus uji kalau salah satu syarat mutu pada uji ulang tidak dipenuhi. Setiap Bj P gulungan dan kemasan lembaran harus diberi tanda label yang mencantumkan nama dan logo pabrik pembuat, komoditi yang menunjukan kelas produk spesifikasi, ukuran (tebal x lebar x panjang), nomor identifikasi (Nomor gulungan dan Nomor leburan), jumlah lembaran dari setiap kemasan Bj P dan berat dari setiap kemasan baja lembaran, pelat atau baja gulungan.

JIS (Japanese ndustrial Standar) Nippon Kogyo kikaku

Menentukan standar yang digunakan untuk kegiatan industri di jepang. Proses standarisasi dikordinasi oleh komite standar industsi di jepang dan dipublikasikan melalui Japan Standards Association.

ASME (American Society of Medical Engineers)

ASME adalah salah satu organisasi stadar didunia yang menghasilkan sekitar 600 kode dan standar, mencakup bidang teknis, seperti komponen boiler, lift, pengukuran aliran fluida dalam saluran tertutup, crane, perkakas tangan, kancing dan peralatan mesin.

Perhatikan bahwa:

Ø      Sebuah standardapat didefinisikan sebagai perangkat definisi teknik dan pedoman yang berfungsi sebagai instruksi untuk desainer, produsen, operator atau pengguna peralatan.

Ø      Sebuah standar menjadi kode ketika telah diadopsi oleh satu atau lebih badan pemerintahan dan dilaksanakan oleh hokum atau ketika telah dimasukkan ke dalam kotrak bisnis.

ASTM
ASTM Internasional merupakan organisasi internasional sukarela yang mengembangkan standarisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa. ASTM Internasional yang berpusat di Amerika Serikat.

ASTM merupakan singkatan dari American Society for Testing and Material, dibentuk pertama kali pada tahun 1898 oleh sekelompok insinyur dan ilmuwan untuk mengatasi bahan baku besi pada rel kereta api yang selalu bermasalah. Sekarang ini, ASTM mempunyai lebih dari 12.000 buah standar. Standar ASTM banyak digunakan pada negara-negara maju maupun berkembang dalam penelitian akademisi maupun industri.

Sumber :

http://www.beritaterkinionline.com/2009/09/4-langkah-untuk-mengefisienkan-perusahaan.html

http://www.bsn.go.id/sni/about_sni.php

http://sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7246

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/American_Society_of_Mechanical_Engineers

http://id.wikipedia.org/wiki/American_Standard_Testing_and_Material

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s