Manajemen Proyek Parking Sensor


PARKING SENSOR

1.   Diagram Blok Rangkaian

Pada bab ini,kita akan membahas sebuah alat electronik yang meliputi beberapa diagram blok rangkaian dengan prinsip kerja dari masing-masing blok rangkaian dan Realisasi Rangkaian yang digunakan pada Sensor parking untuk mendekteksi mobil yang ada pada sebuah tempat parkir dengan  Berbasis IC AT89xxYY dan IC LM339. Diagram blok rangkaian di perlihatkan pada Gambar 3-1.

Gambar 3.1  Sensor parking untuk mendekteksi mobil yang ada pada sebuah tempat parkir dengan  Berbasis IC AT89xxYY dan IC LM 339 .bila photo diode terhalangi maka angka pada 7’segment akan bertambah jumlahnya.saat kondisi alat ini baru dinyalakan,7’segment Dari cara kerja sistem secara keseluruhan, maka kita dapat di uraikan fungsi umum tiap-tiap blok rangkaian adalah sebagai berikut :

a.Sensor photo dioda berfungsi untuk mendeteksi jumlah mobil yang masuk dan jumlah mobil yang keluar dari tempat parkir.
b.Mikrokontroler berfungsi untuk mengendalikan tampilan 7-segment, infra red, berdasarkan sinyal masukan dari sebuah sensor photo dioda.
c.Tampilan 7-segment berfungsi untuk menunjukkan jumlah mobil yang ada di dalam suatu ruangan parker tersebut.
d.Infra red berfungsi untuk mengaktifkan dan non aktifkan pembatas pada pintu masuk dan keluar berdasarkan masuk tidaknya mobil yang akan masuk dan keluar dari tempat parkir .

3.2   Realisasi Rangkaian

Pasa realisasi rangkaian Sensor parking untuk mendekteksi mobil yang ada pada sebuah tempat parkir dengan  Berbasis IC AT89xxYY dan IC LM 339. ini di buat pada sebuah Printed Circuit Board (PCB), dengan ukuran 15,5 cm x 10 cm. Berikut ini akan kita bahas mengenai realisasi setiap blok dari rangkaian pendukung alat Sensor parking untuk mendekteksi mobil yang ada pada sebuah tempat parkir dengan  Berbasis IC AT89xxYY dan IC LM 339.

3.2.1   Sensor photo dioda / photo transistor

Pada bagian ini sensor yang kita gunakan adalah sensor yang akan mendekteksi lempengan yang dipunyai oleh mobil yang berfungsi untuk mendeteksi bertambahnya atau berkurangnya mobil di dalam tempat parkir.
sensor photo dioda/ photo transistor akan mengeluarkan sinyal yang akan di kirim ke sisi mobil lalu akan dipantulkan kembali ke sensor tersebut. Sinyal yang dikirim ke sisi mobil lalu dipantulakn lagi untuk dideteksi dimana sinyal ini dapat dijadikan sebagai untuk sinyal masukan dan keluaran. Skema rangkaian sensor LDR di perlihatkan pada Gambar 3-2.

Gambar 3.2  Skema rangkaian Phpoto Dioda/Dioda Transistor

Rangkaian sensor ini terdiri dari dua buah photo dioda, dan infra red.kedua komponen tersebut di pasang secara berdampingan sedemikian rupa sehingga jika ada mobil yang memasuki ruangan, photo dioda terhalangi maka akan menampilkan angka yang terus bertambah,dimulai dengan angaka 01 hingga angka 99 pada 7’segment, dan bilaangka 99 photo dioda terhalangi maka output pada 7’segment akan OF(over low).dan akan selalau demikian hingga infra red terhalangi.bila infra red terhalangi maka angka pada 7’segment akan berkurang jumlahnya,missal infra red terhalang 7’segment menampilkan angka 21 maka setelah infra red terhalangi, maka setelah infra red terhalang angka pada 7’segment menjadi 20. Bila saat kondisi awal 7’segment menampilkan angka 00(tempat parkir kosong), maka bila infra red terhalang maka7’segment akan menampilkan ST(stack) dan akan selalu demikian hingga photo dioda terhalangiaknamenampilkan anggka 00 (ruangan parker kosong). Dalam hal ini

3.2.2   Mikrokontroler AT 89xxYY dan LM339  sebagai Pengendali

Dalam hal ini cara kerja mikrokontroler AT 89xxYY dan LM339  hampir sama dengan otak manusia, mikrokontroler akan mengendalikan seluruh rangkaian. Agar dapat mengerjakan suatu perintah maka mikrokontroler harus di isi program dahulu.

Mikrokontroler AT 89xxYY dan LM339 hanya memerlukan tambahan 2 kapasitor, 10 resistor dan 1 trimpot. Trimpot yang bermuatan 50k. yang di pakai untuk mengatur besar  kecilnya tegangan yang dipakai oleh kedua sensor.Kapasitor non polar 33 pF dan  kapasitor polar 10µF.dan resistor 50 ohm di pakai untuk membentuk rangkaian reset dimana rangkaian ini pada saat pertama kali catu daya di hidupkan, akan mereset rangkaian mikrokontroler sehingga program di pastikan akan bekerja dari awal. Prinsip kerja rangkaian reset adalah proses pengisian kapasitor yang di tunda oleh sebuah resistor sehingga pada saat pengisian kapasitor akan terjadi proses keadaan dari tegangan rendah (low) ke tegangan tinggi (high), keadaan inilah yang akan mereset rangkaian mikrokontroler.
Port 0 mikrokontroler LM339 merupakan keluaran untuk alamat (address AD0-AD7) tidak mempunyai tahanan yang terhubung ke Vcc, sepertipada konstruksi port-port yang lain. Pada saat port 0 di pakai sebagai port output tegangan pada kaki P0.x tidak mungkin menjadi high (tegangan ambang), untuk mengatasi hal ini maka harus di pasangkan tahanan ke Vcc diluar chip IC mikrokontroler. Skema rangkaian mikrokontroler AT89C51 diperlihatkan pada gambar 3.3.

Gambar 3.3  Skema rangkaian mikrokontroler AT89C51.

Tabel  3-1  berikut  ini  merupakan  tabel  dari  pemasangan  pin-pin mikrokontroler yang di pakai pada alat Parking Sensor Berbasis Mikrokontroler LM339.

PIN
IN/OUT
FUNGSI
1 – 8

Tidak terpakai
10 – 16
Output
7’segment Keluaran ketampilan 1
9
Input
Reset
11 – 17

Tidak terpakai
18 – 19
Input
Osilator kristal 11,0592Mhz
20
0 V
Ground
21 – 27
Output
Keluaran ketampilan 7 segment 2
32
Input
Photo dioda
39
Input
Infra red
29

Tidak terpakai (program store enable)
30

Tidak terpakai (program latch enable)
31
5 V
External access enable
40
5 V
Vcc

Tabel 3.1  Pemasangan pin-pin pada mikrokontroler.

3.2.3   Tampilan 7-Segment

Tampilan 7-segment pada alat ini berfungsi untuk menampilkan jumlah mobil yang berada di dalam suatu tempat parkir, mikrokontroler akan mengirimkan output berupa tegangan ke 7-segment, yaitu kondisi ‘high’ (+5 V) dan ‘low’ (0V). Jenis 7-segment yang di pakai pada alat ini adalah 7-segment common anoda, dimana bagian anodanya di hubung menjadi satu (common) dengan Vcc 5 Volt.
Untuk menyalakan LED pada 7-segment digunakan teknik scanning (bergantian), karena hanya membutuhkan dua port saja. Port 0 di gunakan untuk mengirimkan data karakter yang akan di tampilkan pada 7-segment sedangkan Port 2 di gunakan sebagai ‘saklar’ yang menghubungkan antara Vcc dan Common Anoda (CA) pada 7-segment, karena register Port 2 (P2) panjangnya 8 bit, maka dapat digunakan untuk ‘saklar’ ke 2 buah 7-segment. Konfigurasi saklar menggunakan transistor 2N2907 dengan rangkaian LED driver dari 7-segment diperlihatkan pada Gambar 3-4

Gambar 3.4  Rangkaian LED driver dari 7-segment.

Sesuai dengan gambar rangkaian pada gambar 3-4, agar ada arus yang mengalir dari Vcc ke CA maka P2.n harus di beri logika ‘0’ atau ‘low’ sehingga transistor menjadi ON (kondisi jenuh) dan mengalirkan arus dari Vcc ke CA. Data tampilan 7-segment di kirimkan melalui Port 0, karena menggunakan konfigurasi 7-segment CA (Common Anoda) maka untuk menyalakan LED pada 7-segment harus di kirim juga logika ‘0’ atau ‘low’. Kecemerlangan  LED  pada  setiap  segment  tergantung  dari  arusnya.
Transistor switching yang digunakan pada rangkaian LED driver 7-segment adalah Xtal 12Mhz. general purpose atau untuk keperluan umum. Tahanan pada kaki basis transistor berfungsi sebagai pembatas arus yang masuk.

3.2.4 Trimpot
Pada alat ini trimpot berfungsi untuk sebagai pengatur kesensitifan sensor dan menyebabkan arus dapat mengalir dari sumber tegangan Vcc 5Volt ke trimpot, dan sebaliknya pada saat output mikrokontroler ‘high’ atau +5 V, maka transistor sebagai saklar tidak aktif dan menyebabkan arus tidak dapat mengalir dari sumber tegangan Vcc 5V ke relay.
Dalam hal ini lampu di pasang pada keadaan normaly open jadi pada saat trimpot belum aktif maka lampu dalam keadaan padam dan dengan mengalirnya arus ke trimpot maka trimpot akan aktif menyalakan lampu.
Penggunaan dioda yang di pasang secara paralel dengan relay berfungsi untuk menghubung singkatkan tegangan GGL (gaya gerak listrik) yang timbul pada kumparan trimpot, dimana trimpot tersebut mempunyai polaritas yang berlawanan dengan catu tegangan, yang mungkin akan menyebabkan transistor rusak karenanya. Skema rangkaian relay di perlihatkan pada Gambar 3-5.

+ 5 v

Mikrokontroler                                Xtal12MHz
10 KΩ
led
1N4001                  AC 220 v
Relay NO

Gambar 3.5  Skema rangkaian relay.

GAMBAR RANGKAIAN

BAHASAN

Parking sensor merupakan suatu alat yang sering digunakan pada tempat – tempat tertentu untuk memudah pengelola dalam mengatur tempat parkiran dengan mengetahui secara otomatis yang akan terlihat di 7-segment. Pada parking sensor ini menggunakan mikrokontrol sebagai pusat pengndali atau bisa dikatakan  hampir sama dengan otak manusia, mikrokontroler akan mengendalikan seluruh rangkaian. Agar dapat mengerjakan suatu perintah maka mikrokontroler harus di isi program dahulu.

Disini juga terdapat Sensor photo dioda berfungsi untuk mendeteksi jumlah mobil yang masuk dan jumlah mobil yang keluar dari tempat parkir. Tampilan 7-segment berfungsi untuk menunjukkan jumlah mobil yang ada di dalam suatu ruangan parker tersebut. Infra red berfungsi untuk mengaktifkan dan non aktifkan pembatas pada pintu masuk dan keluar berdasarkan masuk tidaknya mobil yang akan masuk dan keluar dari tempat parkir .

Dari pryek yang telah kami temukan Analisa Kesalahan dan pembetulannya sebagai berikut :

Pada blok diagram dapat  dilihat bahwa ada pendeklarasian input adalah photodiode, seharunya input disini berupa satu kesatuan komponen photodiode dengan infrared. Cara kerja sensor disini yaitu alat akan mendapatkan suatu inputan berupa benda yang akan dideteksi oleh infrared dan akan mengirim sinyal ke photodiode, baru setelah itu inputan akan diproses oleh mikrokontroler.

Pada cara kerja system secara keseluruhan, point D disebutkan infrared berfungsi untuk mengaktifkan dan non aktifkan pembatas pada pintu masuk dan keluar berdasarkan masuk tidaknya mobil yang akan masuk dan keluar dari tempat parkir. Seharusnya infared merupakan satu kesatuan input yang dipasang berhapan dengan photodiode, dan yang untuk mengaktifkan dan menonaktifkan pembatas pintu adalah pada program input hanya berfungsi sebagai pembaca atau pendeteksi ada tidaknya masukkan untuk dapat diproses.

Pada sensor photo dioda bisa diganti dengan sensor PIR dimana deteksi lebih bagus dengan memanfaatkan gelombang panas yang dikeluarkan benda.

3 thoughts on “Manajemen Proyek Parking Sensor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s